Seorang Nelayan Ditangkap Anggota Polsek Ujungpangkah Saat Edarkan Ribuan Butir Pil Koplo Yang Dikemas Dalam Botol Plastik.

Seorang Nelayan Ditangkap Anggota Polsek Ujungpangkah Saat Edarkan Ribuan Butir Pil Koplo Yang Dikemas Dalam Botol Plastik.

Ujungpangkah – Tangkapan ikan hasil melaut sedang krisis sedangkan kebutuhan hidup tidak berhenti, akhirnya MR (24), nelayan asal Dusun Tajungrejo RT 3/RW 14, Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah Gresik nekat. Ia terpaksa menjadi penjual obat keras berbahaya jenis pil koplo agar dompetnya tidak menipis.
MR melakukan aksinya sejak beberapa lama, sampai akhirnya pengaduan masyarakat membawa polisi pada penangkapannya, Kamis (13/1/2022). Ia ditangkap jajaran Polsek Ujungpangkah saat mengedarkan ribuan butir pil koplo yang dikemas dalam botol plastik.
Kapolres Gresik, AKBP Mochmad Nur Azis melalui Kapolsek Ujungpangkah, AKP Mutlakin didampingi Kanitreskrim Polsek Ujungpangkah Bripka Yudi Stiawan mengatakan, MR ditangkap berawal dari informasi masyarakat.
“Ada informasi dari masyarakat bahwa di kampung Dusun Tanjungrejo, ada seorang pemuda yang menjual pil koplo,” kata Kapolsek Ujungpangkah, AKP Mutlakin.

Kemudian, petugas menyelidiki kabar tersebut selama dua hari. Akhirnya MR ditangkap petugas saat berada di atas perahunya di tepi Sungai Bengawan Solo.
“Saat di atas perahu, tersangka hendak pergi untuk mencari ikan di laut. Namun ia digeledah oleh petugas. Usai diinterogasi, pelaku mengaku menyimpan pil koplo di rumahnya,” kata Mutlakin.
Dari penggeledahan di rumah tersangka, polisi menemukan diamankan satu botol plastik berisi 1.012 butir pil double L dan sebuah botol lainnya berisi 676 butir. “Selanjutnya pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polsek Ujungpangkah guna penyidikan lebih lanjut,” imbuhnya.
Mutlakin menambahkan, selain mengamankan ribuan butir pil koplo, anggotanya juga menyita dua ponsel yang diduga dipakai buat bertransaksi.
Sementara pengakuan MR, ia mendapatkan pil koplo tersebut dari rekannya. Selain dipakai sendiri, pil-pil itu juga dijual ke pemuda desa di Kecamatan Ujungpangkah. Alasannya, agar kuat selama melaut lebih lama karena saat ini tangkapan sedang sepi.
“Saya pakai agar kuat di laut saat menangkap ikan. Dan kalau ada yang membeli ya saya jual. Hasilnya untuk menambah kebutuhan sehari-hari,” kata RM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *