Juru Kunci Makam Siti Fatimah Binti Maimun Kaget didatangi Polisi, Seketika Sumringah Diberi Paket Sembako Bhayangkari

GRESIK – Kabupaten Gresik dikenal dengan sebutan Kota Santri memiliki 18 kecamatan yang tersebar di wilayah daratan dan kepulauan.

Kecamatan Manyar diyakini merupakan penyebaran Islam pertama kali di Gresik. Dengan ditandai Makam Siti Fatimah Binti Maimun yang berada di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Hj Ainur Rofi’ah, nenek berusia 63 tahun, selaku orang yang dipercaya merawat makam (juru kunci) penyebar Islam pertama di Gresik. Semenjak usia 16 tahun ia telah menjalani dengan ikhlas hati profesi tersebut.

Suaminya telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Ia dikaruniai 7 orang anak, namun 3 orang anaknya telah mendahului meninggalkan dunia dipanggil Allah SWT.

Nenek Rofi’ah mengisahkan perjalanan hidupnya sebagai juru kunci yang lazim orang menyebutnya dengan sebutan makam panjang Leran.

“Pada tahun 2.000 saya diangkat oleh Dinas Purbakala sebagai tenaga honorer. Setiap bulannya saya menerima gaji satu juta rupiah.” tuturnya ketika diwawancarai awak media kutipberita.com, Selasa (23/11/2021).

Ia mengaku bersyukur dengan apa yang telah diterima. Meski terkadang kesulitan mengatur kebutuhan hidup yang mesti dicukupi.

Berjualan makanan dan minuman di kawasan parkir wisata religi Makam Siti Fatimah Binti Maimun, harus dilakoninya untuk bisa menyambung kebutuhan sehari-hari.

“Tidak seperti kondisi wisata religi di Giri dan Malik Ibrahim pak, disini cenderung sepi. Alhamdulillah saya dan keluarga tetap bersyukur.” tambahnya.

Bhayangkari Ranting Manyar tergerak hati, menyalurkan bantuan sosial paket kepada juru kunci makam panjang Leran.

Dikemas langsung oleh istri anggota Polri, pengurus Bhayangkari Ranting Manyar menyiapkan puluhan karton paket sembako.

Melalui anggota Polsek Manyar dengan bertuliskan Bhabinkamtibmas pada lengan sebelah kiri, paket sembako ini disalurkan langsung kepada Rofi’ah didepan pelataran Makam Siti Fatimah Binti Maimun.

Sempat kaget didatangi mobil patroli Polisi. Seketika sumringah, ternyata diberi paket sembako bertuliskan Bhayangkari Ranting Manyar Peduli. Berisikan 5 kilogram beras, gula pasir 1 kilogram, 1 liter minyak goreng dan mie instan.

“Alhamdulillah, terima kasih Bhayangkari Manyar. Sangat bermanfaat bagi kami untuk mencukupi kebutuhan pangan. Semoga Allah SWT yang membalas.” ucapnya bersyukur.

Sementara itu Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melalui Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo Prayitno mengatakan, bentuk kepedulian Bhayangkari kepada masyarakat.

“Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan tak dipungkiri berdampak pada perekonomian masyarakat.” kata Windu.

Mantan Kasat Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya itu menyebut kembali membagikan puluhan paket sembako kepada masyarakat terdampak pandemi.

Windu mengaku, juga membagikan bantuan sosial kepada kaum dhuafa, pemulung dan nelayan Kalimireng.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar jangan abai protokol kesehatan. Meski percepatan vaksinasi terus dikebut, ia mengingatkan varian delta plus yang harus diwaspadai bersama.

“Meskipun sudah menerima vaksinasi, masyarakat tetap diminta mematuhi protokol kesehatan.” pungkasnya. (jm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *